Langsung ke konten utama

Postingan

IWD 2020 #EachForEqual: Karena Wanita Tak Hanya Sekadar Ingin Dimengerti

Jadi perempuan itu bagaikan dua sisi koin. Di satu sisi, perempuan itu punya privilese untuk dijaga, dilindungi, diperlakukan dengan lembut, dan diagungkan kecantikannya. Namun, di sisi lain, privilese itu bisa saja jadi lingkaran setan bagi mereka. Harus dijaga dan dilindungi, nanti dianggap lemah. Harus diperlakukan dengan lembut, nanti dianggap manja. Diagungkan kecantikannya, akhirnya muncul standar kecantikan yang dikompetisikan. Jadi perempuan itu (katanya) harus serba bisa. Bisa sekolah tinggi dan cari uang sendiri akan dianggap pandai. Namun, kerjaan rumah harus tetap selesai, mengurus anak tak boleh lalai, dan menyenangkan suami di ranjang harus piawai. Sayangnya, jadi perempuan itu punya banyak risiko: jadi korban marginalisasi dan subordinasi, jadi objek seksualitas, suaranya kurang didengar, didiskriminasi, dibatasi ruang geraknya, dan resiko lain yang mewarnai hidupnya. Perempuan dituntut untuk manut . Dilarang membangkang, apalagi memberontak. Kebebasan seakan...

Setelah Tiga Kali Gagal Nonton Show Cerita Cintaku Raditya Dika, Akhirnya...

Hai, semuanya! Selamat segala waktu. Kalian tahu special show -nya Bang Raditya Dika yang tajuknya Cerita Cintaku, nggak? Itu, tuh, yang sering jadi trending di Youtube. Videonya sih cuma tentang Bang Dika pas baca dan roasting cerita cintanya penonton sih, karena emang Bang Dika kayaknya nggak mau menggunggah show -nya secara lengkap. Jadi, bisa dibilang kalau stand up comedy -nya Bang Dika tahun ini tuh beda dari tahun-tahun sebelumnya. Setiap tahun Bang Dika biasanya selalu menggunggah SUCRD di Youtube, tapi tahun ini tour special show -nya itu videonya dijual di website Cerita Cintaku. Kalian cek aja sendiri deh, kalau gue sertain hyperlink -nya di sini ntar disangkain ngendorse, heuheu . Gue sebagai.. ya, bisa dikatakan penggemarnya Bang Dika, pastinya merasa antusias dengan show ini dong. Apalagi, menurut gue harga tiketnya bisa dibilang terjangkau untuk ukuran komika level Raditya Dika. Namun, keantusiasan gue ini juga diiringi dengan rasa males dan gampang lupanya gue b...

#3: Gaun Putih

Coba tebak, apa yang sedang aku bayangkan sekarang? Aku sedang membayangkan hari bahagiamu nanti. Dalam bayanganku, hari itu kau sangat terlihat tampan. Jas dan celana bahan putih menyelimuti tubuhmu yang agak gempal itu. Dasi berwarna hitam menyembul sedikit di antara kancing jasmu, seakan dia ingin jadi saksi betapa bahagianya kamu hari itu. Sepatu pantofel berwarna hitam mengkilat melengkapi penampilanmu. Tak lupa, peci putih menutup rambutmu yang lebat itu. Hhmm... aku rasa tanpa peci pun kamu sudah cukup menarik. Hanya perlu sedikit minyak rambut dan voila , kau bagai raja hari itu. Aku bisa bayangkan seperti apa mempelaimu nanti. Gaun putih bersih dengan sedikit ornamen mutiara menutupi tubuh indahnya. Roknya yang mekar membuat high heels putihnya terlihat sedikit. Wajahnya dirias dengan natural, sesuai permintaanmu. Katamu, kamu ingin melihat wajahnya tanpa riasan berlebih pada hari bahagia kalian. Hijabnya ditata dengan sederhana, sesuai permintaanmu juga. Hari itu, perempuan ...

Teman Tapi Menikah 2: Suka Duka Ayu-Ditto Jadi Pengantin Baru

Hai, semuanya! Selamat segala waktu. Pada malam Minggu yang sendu kelabu ini, gue ingin membagikan ulasan gue tentang satu film yang baru rilis 27 Februari lalu. Yap, Teman Tapi Menikah 2 . Gue nontonnya kemarin dan aslinya gue bingung mau mengulas dari segi mana karena menurut gue film ini genrenya semacam slice of life gitu. Namun, ada satu hal yang bisa gue pelajari dari film berdurasi 1 jam 46 menit ini. Penasaran? Yuk, baca sampai selesai, ya. Sumber: Instagram @falconpictures_ Film Teman Tapi Menikah 2 ini merupakan kelanjutan dari film sebelumnya yang rilis pada Maret 2018. Namun, ada yang berbeda dari film ini. Pada film pertama, tokoh Ayu diperankan oleh Vanesha Prescilla. Sementara pada film kedua ini, posisi Vanesha digantikan oleh Mawar Eva. Pemeran Ditto tetep sama, yaitu Adipati Dolken. Menurut gue, pergantian pemeran Ayu tersebut nggak mempengaruhi jalan cerita. Bahkan, akting Mawar sebagai ibu-ibu muda yang baru pertama kali hamil bisa dibilang cukup bagus. G...

Milea, Suara dari Dilan: Penutup Trilogi, Sampaikan Pesan Tersembunyi

Hai semuanya, selamat segala waktu. Kalian ada yang ngikutin Dilan , nggak? Baik novel maupun filmnya? Entah iya atau tidak, tapi kalian pasti tau dong kalau film terakhir dari trilogi Dilan sedang tayang. Gue sebagai pengikut Dilan dari awal sangat antusias banget sama film ini, walaupun gue udah punya bayangan filmnya bakal kayak gimana sih, soalnya gue udah baca novelnya juga. Jadi, oke, selamat datang di resensi film Milea: Suara dari Dilan versi Aniesa Pramitha!! Seperti yang sudah dipromosikan oleh semua cast Milea: Suara dari Dilan di kebanyakan akun Youtube, film ini memang menceritakan kisah Dilan dan Milea dari sudut pandang Dilan. Yaa, semacam jadi jawaban atas semua yang dilakukan Dilan di film Dilan 1990 dan Dilan 1991 . Mulai dari awal mula Dilan naksir Milea, usahanya dalam mendekati Milea, apa yang dia rasain selama pacaran sama Milea, termasuk perasaan dia ketika putus dan mencoba move on dari Milea. Uraian tadi emang agak sedikit spoiler sih hehe. Namun, buat ka...

Ganti Nama!

Hai, selamat segala waktu. Minggu pertama Februari udah terlewati, nih. Gimana? Udah mulai merasakan sesuatu nggak pada tahun 2020 ini? Kalau belum, wajarlah, baru lewat satu bulan. Sabar, ya. Masih ada ratusan hari lagi sebelum 2020 berakhir. Bagaimana dengan gue? Hhmm... Gue masih dalam proses self-healing, self-forgiveness , dan self-self yang lain (kecuali self-blaming, self-harm , dan lain-lain yang sejenis tentunya). Sederhananya, gue sedang menata hidup. Tahun 2019 yang berat kemarin memberi banyak pelajaran ke gue dan tahun 2020 ini gue diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Mulai dari mana? Gue mulai berusaha menanamkan pikiran bahwa semua yang udah berlalu, biarlah berlalu. Menyalahkan diri sendiri nyatanya nggak menghasilkan apa-apa, malah bikin gue makin tersiksa. Gue udah sampai sini dan nggak mungkin putar balik. Jalani aja yang udah ada dengan cara yang lebih baik dan hati-hati tentunya. Oiya, pahami juga kalau masing-masing orang punya jalannya sendiri. Kecepatannya...

2019 itu...

Hai, semuanya. Selamat segala waktu. Tiga ratus enam puluh hari sudah selesai kita lalui. Apa yang membuat bahagia, patut untuk dipertahankan. Apa yang menyakitkan, sebaiknya diabaikan dan dijadikan pelajaran. Semua yang terjadi pasti beralasan, ada sebab akibat di baliknya. Waktunya mengambil langkah baru, menuju dekade selanjutnya yang (semoga) lebih baik. Gimana 2019 kalian? Menyenangkan? Menyedihkan? Memuakkan? Atau gimana? Apapun itu, semoga hidup kalian saat ini masih baik-baik saja, ya. Semoga kalian tetap dalam keadaan sehat, tidak dirundung masalah besar, dikelilingi orang-orang baik, dan yang paling penting selalu bahagia. Gimana 2019 gue? Hehe, sorry to say , but 2019 is fucking hard for me. Masalah nggak pernah absen datang di hidup gue. Satu selesai, satunya lagi datang. Mereka nggak pernah lelah buat bikin gue menyerah. Mereka nggak pernah capek buat bikin gue demotivasi, berhenti menjalani hidup, apapun itu. Masalah-masalah itu seakan ingin jadi teman baik...