Langsung ke konten utama

Postingan

Problematika Kesendirian

Hai, semua. Selamat segala waktu! Sendiri. Ada nggak, di antara kalian yang suka sendiri? Suka menyendiri gitu. Saking suka sendirinya, kalian kemana-mana sendiri dan nggak takut buat sendirian walaupun jalanan lagi sepi atau pas malem hari. Nggak jarang orang ngeliat aneh ke kalian. Tatapan mereka tuh seakan berkata, "Nih anak ngapain dah sendiri mulu? Nggak punya temen kali, ya?" Nggak tau kenapa, gue punya kecenderungan suka menyendiri. Nggak bikin gerombolan aneh-aneh, nggak suka nongkrong di kantin bareng orang banyak, atau ngelakuin sesuatu rame-rame. Gue lebih suka jalan kaki sendirian, duduk-duduk doang sambil main ponsel, ke perpustakaan sendiri walaupun cuma numpang wifi -an, atau apapun itu pokoknya sendiri. Bahkan, pas lagi di tempat rame pun, kadang gue merasa sendiri. Paradoks emang hidup gue ini. Eett, tapi jangan sebut gue antisosial ya. Gue tau gimana caranya bersosialisasi dengan baik kok. Gue tau gimana harus sopan santun ke orang yang lebih tua, caranya...

Bosen? Ini Obatnya...

Hai, kalian! Selamat segala waktu! Udah lama banget ya gue nggak nyapa kalian. Kangen nggak? Enggak? Yaudah makasih:) Btw , pernah nggak sih kalian ngerasain bosen sama sesuatu? Bosen sama tugas sekolah atau kuliah yang nggak kelar-kelar. Bosen sama kerjaan yg itu-itu aja. Bosen sama hidup yang klise dan monoton. Bosen ngejomblo. Bosen pacaran gitu-gitu aja. Intinya bosen sama apapun deh. Pasti pernah, kan? Bahkan pasti ada yang sering ngerasain itu. Hhmm... kira-kira kenapa ya? Menurut KBBI, bosen (kata bakunya bosan) berarti sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak. Bosen ini bisa kita rasain karena beberapa faktor. Misalnya karena sesuatu yang berjalan begitu-begitu aja, terlalu sering menjalani atau menikmati sesuatu berulang-ulang, atau mungkin keinginan untuk keluar dari zona nyaman. Nahh sebenernya tuh wajar nggak sih kalau kita terlalu sering bosen sama sesuatu? Dikutip dari fakta.news , sebuah penelitian di Inggris menyebutkan bahwa 63% generasi mileni...

Film Target, Sebuah Upaya Raditya Dika Keluar dari Zona Nyaman

Hai kalian. Selamat segala waktu! Libur lebaran emang selalu jadi momen yang pas buat kumpul bareng keluarga. Tapi bosen juga ya, kalau kumpulnya di rumah doang. Beberapa kegiatan bisa jadi opsi buat ngisi liburan kali ini, kayak piknik ke tempat yang baru, wisata kuliner, sampai nonton film di bioskop. Nah kebetulan banget nih, di bioskop lagi banyak film yang lagi main, baik dari dalam maupun luar negeri. Kalian bisa tuh, ngehabisin THR dengan maraton film haha. Salah satu film yang bisa jadi pilihan buat ditonton bareng temen, keluarga, pacar, mantan, atau siapapun terserah kalian adalah film Target . Yap, film yang bergenre action thriller comedy ini disutradarai oleh Raditya Dika. Film ini menceritakan sembilan orang artis yang diundang untuk syuting film, namun yang terjadi adalah mereka harus mengikuti permainan misterius yang dapat membahayakan nyawa mereka. Film yang berdurasi 1 jam 33 menit ini diperankan oleh sembilan artis yang di antaranya merupakan magician , stand up...

Aku Ingin Berhenti Mencari, Tapi...

Hai kalian. Selamat segala waktu! Gue percaya, manusia tuh diciptakan buat selalu mencari dan mencari. Manusia adalah makhluk yang punya rasa puas yang nggak terbatas. Sekali dia dapet yang bikin dia seneng, dia bakal nyari yang lebih bisa bikin dia seneng lagi dan lagi. Lalu, bagaimana jika manusia ingin berhenti mencari karena ia udah merasa menemukan atau ditemukan? Oke, gue tau ini klise, tapi perasaan macam itu sering muncul ketika manusia menemukan cintanya. Jika seseorang udah nemuin pasangan yang sekiranya cocok dan bikin dia nyaman, dia bakal nulis atau setidaknya ngomong dalam hati, "Yang ini aja, Tuhan." Seakan-akan pencariannya udah berakhir. Padahal dia nggak tau, bisa aja itu semua cuma sementara. Bisa aja mereka nggak berjodoh, maybe . Dan bagi mereka yang merasa udah 'ditemukan', yaa mereka nggak bakal mencari. Effortless . Mereka udah nyaman menjadi kaum penunggu, yang berharap ditemukan tanpa perlu mencari. Padahal dia nggak tau, bisa aja dia dit...

Hijau atau Merah, Kalian Tetap yang Terbaik

Hai. Selamat segala waktu. Udah fix dahh gue gatau harus bikin pembuka kayak gimana. Tulisan gue merepresentasikan diri gue kayak gimana. Dan inilah gue, orang yang nggak mau sok asik cuma biar dapet perhatian. Kalau orang emang udah tertarik, kita nggak perlu susah-susah cari perhatian kan? Tuhkan baru paragraf pertama udah ngomel-ngomel hehe. Balik fokus yuk ke inti tulisan gue kali ini. Gimana besok? Iya besok, 17 April 2018. Hari ketika anak kelas 12 membuka website yang akan menentukan nasib mereka 4-5 tahun ke depan. Hari ketika anak kelas 12 menangis, entah dapat warna hijau atau merah, entah karena sedih atau bahagia. Gue jamin, setelah kalian buka website itu, yang kalian rasain cuma pengen nangis. Iyaa beneran nangis. Karena gue udah membuktikan :) 17 April 2018 pukul 17.00 WIB, hasil SNMPTN 2018 bakal diumumin. Nggak atau kenapa yaa, gue berasa flashback aja gitu pas gue ngerasain ini juga setahun yang lalu. Sedikit cerita, seminggu menjelang pengumuman SNM tuh gue cuma...

Bukaan 8 : Kehidupan Ideal dan Realitas dalam Satu Kemasan

Hai. Selamat segala waktu. Sebelum masuk ke inti tulisan. Gue mau bilang makasih ke salah satu temen gue yang udah ngasih masukan buat blog ini mengenai kalimat pembukanya. Jujur gue juga belum tau mau bikin kalimat pembuka seperti apa. Kalo datar kesannya nggak ramah, kalo alay kesannya sok asik. Bingung nggak sih? Yaudah untuk sementara waktu pake yang ini dulu yaa. Insya Allah ini yang terakhir, postingan selanjutnya diusahain udah ganti. Kali ini gue mau ngasih rekomendasi film lagi buat kalian, yaitu Bukaan 8. Okee gue tau ini film rilisnya Februari 2017, which is udah setahun yang lalu. Tapi karena gue pernah bilang kalo film itu bisa jadi sarana penghibur di segala waktu, bukan di waktu kapan film itu rilis. Jadi sah-sah aja dong kalo gue ngerekomendasiin film ini buat kalian, kan nggak semua udah nonton juga hehe. Sebelumnya sih, perlu gue kasih tau ke kalian bahwa rekomendasi film yang gue kasih ke kalian ini adalah film yang nilai atau pesannya related sama kehidupan nya...

Kuliah : Nilai, Organisasi, atau Nongkrong?

Hai. Selamat segala waktu. Bulan Maret ini, gue yakin, semua anak kuliah pasti pada memasuki masa sibuk-sibuknya. Yaaa secara ini udah masuk tengah semester gitu. Selain nyiapin buat UTS, dosen juga pasti nuntut kita lebih dengan ngasih tugas yang berlebih. Terlebih lagi hidup kita ini nggak cuma-cuma buat kuliah aja, kan? Jadi yaa, semua jadi lebih capek dan semuanya keteteran. Mengutip tulisan gue di atas, "Hidup kita ini nggak cuma buat kuliah aja, kan?" bisa kita ketahui bahwa itu emang bener . Kita kan juga ada aktivitas lain gitu di luar kuliah, misalnya ngebem, ikut demo atau aksi, gabung UKM, ngurus kepanitiaan, atau kerja mungkin. Atau minimal kita butuh nongkrong juga lah (yang punya pacar juga butuh kencan dong wkwk). Nahh kalo kita kuliah doang, nggak bisa dibayangin betapa mengenaskannya hidup mahasiswa jaman now :') Tapi, kalo diulik lagi, sebenernya sebagai mahasiswa tuh kita punya pilihan selain cuma belajar doang (apalagi kalau cuma jadi kupu-kupu, jan...