Langsung ke konten utama

Postingan

Hijau atau Merah, Kalian Tetap yang Terbaik

Hai. Selamat segala waktu. Udah fix dahh gue gatau harus bikin pembuka kayak gimana. Tulisan gue merepresentasikan diri gue kayak gimana. Dan inilah gue, orang yang nggak mau sok asik cuma biar dapet perhatian. Kalau orang emang udah tertarik, kita nggak perlu susah-susah cari perhatian kan? Tuhkan baru paragraf pertama udah ngomel-ngomel hehe. Balik fokus yuk ke inti tulisan gue kali ini. Gimana besok? Iya besok, 17 April 2018. Hari ketika anak kelas 12 membuka website yang akan menentukan nasib mereka 4-5 tahun ke depan. Hari ketika anak kelas 12 menangis, entah dapat warna hijau atau merah, entah karena sedih atau bahagia. Gue jamin, setelah kalian buka website itu, yang kalian rasain cuma pengen nangis. Iyaa beneran nangis. Karena gue udah membuktikan :) 17 April 2018 pukul 17.00 WIB, hasil SNMPTN 2018 bakal diumumin. Nggak atau kenapa yaa, gue berasa flashback aja gitu pas gue ngerasain ini juga setahun yang lalu. Sedikit cerita, seminggu menjelang pengumuman SNM tuh gue cuma...

Bukaan 8 : Kehidupan Ideal dan Realitas dalam Satu Kemasan

Hai. Selamat segala waktu. Sebelum masuk ke inti tulisan. Gue mau bilang makasih ke salah satu temen gue yang udah ngasih masukan buat blog ini mengenai kalimat pembukanya. Jujur gue juga belum tau mau bikin kalimat pembuka seperti apa. Kalo datar kesannya nggak ramah, kalo alay kesannya sok asik. Bingung nggak sih? Yaudah untuk sementara waktu pake yang ini dulu yaa. Insya Allah ini yang terakhir, postingan selanjutnya diusahain udah ganti. Kali ini gue mau ngasih rekomendasi film lagi buat kalian, yaitu Bukaan 8. Okee gue tau ini film rilisnya Februari 2017, which is udah setahun yang lalu. Tapi karena gue pernah bilang kalo film itu bisa jadi sarana penghibur di segala waktu, bukan di waktu kapan film itu rilis. Jadi sah-sah aja dong kalo gue ngerekomendasiin film ini buat kalian, kan nggak semua udah nonton juga hehe. Sebelumnya sih, perlu gue kasih tau ke kalian bahwa rekomendasi film yang gue kasih ke kalian ini adalah film yang nilai atau pesannya related sama kehidupan nya...

Kuliah : Nilai, Organisasi, atau Nongkrong?

Hai. Selamat segala waktu. Bulan Maret ini, gue yakin, semua anak kuliah pasti pada memasuki masa sibuk-sibuknya. Yaaa secara ini udah masuk tengah semester gitu. Selain nyiapin buat UTS, dosen juga pasti nuntut kita lebih dengan ngasih tugas yang berlebih. Terlebih lagi hidup kita ini nggak cuma-cuma buat kuliah aja, kan? Jadi yaa, semua jadi lebih capek dan semuanya keteteran. Mengutip tulisan gue di atas, "Hidup kita ini nggak cuma buat kuliah aja, kan?" bisa kita ketahui bahwa itu emang bener . Kita kan juga ada aktivitas lain gitu di luar kuliah, misalnya ngebem, ikut demo atau aksi, gabung UKM, ngurus kepanitiaan, atau kerja mungkin. Atau minimal kita butuh nongkrong juga lah (yang punya pacar juga butuh kencan dong wkwk). Nahh kalo kita kuliah doang, nggak bisa dibayangin betapa mengenaskannya hidup mahasiswa jaman now :') Tapi, kalo diulik lagi, sebenernya sebagai mahasiswa tuh kita punya pilihan selain cuma belajar doang (apalagi kalau cuma jadi kupu-kupu, jan...

Pesan Tersirat dalam Film Posesif

Hai , selamat segala waktu. Buat kalian yg pacaran, pasti nggak asing dong sama kata posesif. Menurut kalian, apa sih posesif itu? Kalau menurut KBBI nih ya, posesif itu artinya bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu. Dari dua arti itu aja, kita bisa menyimpulkan bahwa posesif adalah sifat seseorang yang terlalu mencintai orang lain dan merasa bahwa cuma dia yang memilikinya. Karena perasaan itulah, timbul rasa cemburu kalau orang lain itu deket sama yg lain /oke ini bahasa gue agak belibet, tapi semoga kalian paham yaa/ Kenapa gue tiba-tiba ngomongin posesif? Apakah gue diposesifin sama cowok gue? Wkwk nggak kok. Gue mau ngomongin posesif karena gue habis nonton film Posesif. Wkwk telat banget nggak sih, itu film keluarnya kapan, gue nontonnya kapan. Tapi nggak ada kata terlambat kok buat menikmati film. Film kan tujuannya buat menghibur di segala waktu, bukan di waktu tertentu aja. Disini, gue nggak bakal ngasih sinopsis filmnya. Gue cuma berusaha menyampaikana a...

Kenapa Blog? : Esensi Menulis di Media Sosial

Hai. Selamat segala waktu. Gue bingung deh. Makin kesini, esensi media sosial makin nggak jelas. Kalau menurut sepemahaman gue, media sosial itu buat berbagi, bukan buat pamer. Media sosial itu buat berdiskusi secara online, bukan buat saling bully satu sama lain. Dan nggak seharusnya pengguna media sosial mengharapkan like dan followers sebanyak-banyaknya sampai harus ngeluarin uang buat beli followers. Yaaa kecuali kalau konten mereka memang membutuhkan banyak followers, online shop misalnya. Selain mengharapkan like, pengguna media sosial sekarang juga pengen postingan mereka viral. Kebanyakan kasus ini terjadi di line. Mereka bikin clickbait macem-macem, padahal inti postingan mereka nggak penting-penting amat. Atau kasus lain, mereka nulis sesuatu yang sangat amat panjang lebar sekali (oke ini nggak efektif penggunaan katanya) dan membagikan di semua grupnya, lalu boom! Postingan mereka viral seketika. Oke, kalau bikin jokes gitu gue masih nggak mempermasalahkan, karena emang gu...

Sebuah Introduksi setelah Mati Suri

Hai. Selamat segala waktu. Sebuah kesempatan luar biasa bisa 'menghidupkan kembali' blog yang telah mati suri selama kurang lebih lima tahun ini. Ini bukan blog baru, gue membangun ini semua sejak tahun 2012, dengan konten yang ramai pada masanya. Tapi tenang aja, konten-konten itu nggak gue hidupkan lagi kok. Karena gue mau membangun ruang yang baru dengan isi yang baru pula. Gue nggak mau basa-basi tentang blog gue di masa lalu. Itu udah lewat, jangan dibahas. Lagian kalian juga nggak bakal tau blog gue dulu kayak gimana (kecuali kalo dari dulu kalian emang baca). Sekarang, blog ini kembali hidup dengan nama yang baru. Menjelma menjadi ruang yang penuh dengan retorika, sesuai dengan namanya. Sayangnya, penulisnya tetep penulis lama, yang hobinya nyampah dimana-mana. Tapi tenang, di ruangan ini, gue bakal membagikan apa yang ada di pikiran gue. Gue bakal tulis semua keresahan gue, dengan segala pertanyaan-pertanyaaan yang entah ada jawabannya atau enggak. Dan perlu kalian c...